Tuesday, November 15, 2016

Belajar Memperbaiki Motherboard Lcd

BAGIAN 1
Sebagai contoh...
Pasti para teknisi sudah sering ketemu ic zig-zag pada teve CRT.......
IC tersebut merupakan gabungan antara ic Mikrokontrol (program), ic Hor/Vert osilator, Chroma (video prosesor) dan sound prosesor.....

Jika menjumpai pesawat dalam kondisi mati total (indikator tidak nyala)....maka harus diawalai dg cek bagian mikrokontrol terlebih dahulu.
Pertama yang harus diperiksa adalah "tegangan st-by".

Disini tegangan st-by membutuhkan :
- 3.3v pd pin-46
- 1.8v pd pin-43....
- 5v untuk eeprom 24c.

Jika tidak ada tegangan pada pin tersebut diatas....???
Maka yang perlu diperiksa adalah sirkit regulator yang digunakan untuk menghasilkan tegangan-2 tersebut...

Untuk mengetahui :
- pin-pin nomor mana saja yang dapat tegangan st-by?
- berapa besar tegangnnya?
- dan mana yang merupakan sirkit regulator?

Mau tidak mau kita harus punya SKEMA model tersebut.......



Gbr.1 Tegangan st-by bagian mikrokontrol 3.3v dan 1.8v







Gbr.2 Sirkit Regulator untuk tegangan st-by



BAGIAN 2
Ketemu teve crt jadul.....
Maka akan dijumpai banyak macam-macam ic.......

Demikian juga jika ketemu motherboard Teve Lcd jadul.....akan dijumpai macam-macam ic.....
misalnya seperti ic Mikrokontrol (program), ic Scaler, ic AV switch, ic Prosesor suara stereo dll....semuanya masih terpisah berdiri sendiri-sendiri......seperti terlihat pada gambar blok diagram dibawah.






Berbeda dengan model-model teve yang baru........ic-ic seperti yang disebut diatas sudah digabung menjadi satu kesatuan ic.........atau kita lebih sering menyebut ic CHIPS....
Paling yang masih terpisah adalah ic Audio amplifier.


BAGIAN 3
Kadang ada teknisi (pemula) salah dalam melakukan analisa………
Pada salah satu bagian motherboard ada tegangan regulator yang belum muncul………
Kemudian dia focus otak-atik pada bagian tersebut……..
Pada hal……sebenarnya bagian suply tersebut tidak masalah…….

Bagaimana ini bisa terjadi ???

Suply tegangan pada motherboard dapat dibedakan  menjadi  dua  macam jenis, yaitu :


  • Tegangan UNSWITCH (tidak di switch), yaitu tegangan yang “selalu ada” jika colokan listrik dipasang (tegangan st-by) maupun saat kondisi sudah power_on. Ini adalah tegangan yang dibutuhkan oleh bagian  mikrokontrol agar dapat bekerja. Tegangan mungkin merupakan tegangan tunggal, tapi mungkin juga terdiri atas 2 atau 3 macam tegangan.
  • Tegangan SWITCHED (di-switched), yaitu tegangan yang di switch "on-off". Tegangan ini baru muncul jika pesawat telah diaktipkan dengan tombol POWER.  Disini mikrokontrol  akan mengeluarkan perintah berupa tegangan “POWER_ON” sehingga reglator baru akan mengeluarkan tegangan output. Tegangan switched umumnya terdiri dari macam-macam tegangan.



Oleh karena itu, jika menemukan problem mati total, maka kita mesti fokus terlebih dahulu pada tegangan-tegangan  UNSWITCH.

 Gbr.1 Contoh blokdiagram



Gbr.2 Contoh pada pesawat salah satu model LG



BAGIAN 4
Regulator penurun tegangan yang digunakan pada motherboard bisa dibedakan  menjadi  dua macam jenis, yaitu :

(1) LDO (Low Drops Out Regulator).
Merupakan regulator yang kerjanya hampir mirip dengan 7805, 7812 yang sudah sering kita jumpai pada teve CRT. Bentuknya ada yang mirip transistor 3 kaki,  ada juga yang berbentuk mirip ic memori 8 kaki, dan ada yang berupa ic kecil 5 kaki.
LDO lebih sedikit menghasilkan panas dibanding  regulator semacam 7805. Umumnya maksimum hanya mampu memberikan arus kurang dari 1A. 
Perbedaan tegangan Input dan Output  tidak boleh terlalu besar. Makin besar perbedaan tegangan akan menyebabkan makin besar panas yang dihasilkan. Makin besar arus yang lewat, makin besar panas yang dihasilkan.
Sirkit cukup sederhana karena tidak membutuhkan banyak komponen luar. Harga murah.
Contoh LDO yang banyak digunakan pada motherboard mesin china adalah seri 1117 yang bentuknya mirip transistor

(2) DC-DC Step-Down Converter atau nama lainnya Buck Converter.
Merupakan regulator yang  kerjanya mirip dengan cara switching regulator. 
Ada yang bekerja pada frekwensi 50Khz ....tapi ada pula yang hingga  1.5Mhz
Bentuknya ada yang mirip ic memori 8 kaki, ada pula yang lebih kecil lagi dan mempunyai 6 kaki.
Ciri-ciri dc-dc stepdown adalah adanya sebuah induktor (kumparan) yang ada didekatnya.
Dc-dc stepdown sedikit sekali menghasilkan panas. Arus maksimum umumnya mampu sampai 3A. 
Perbedaan antara tegangan Input dan Output yang besar tidak menimbulkan masalah (tidak panas), misalnya dari 19v menjadi 1.2v. Hal seperti ini tentunya tidak dapat dilakukan dengan menggunakan LDO
Dibanding dengan LDO, dc-dc stepdown mempunyai sirkit yang sedikit lebih rumit, membutuhkan lebih banyak komponen diluar. Harga lebih mahal disbanding LDO. 







BAGIAN 5
LDO seri 1117 ada macam-macam tipe dengan kode huruf depan yang bisa berbeda-beda, sesuai dengan pabrik pembuatnya.

Angka dibelakang 1117 menunjukkan tegangan output, seperti

1117 – 1.2      ouput 1.2v        (pin-1  dapat gnd)
1117 – 1.8      output 1.8v       (pin-1  dapat gnd)
1117 – 2.5      output 2.5v       (pin-1  dapat gnd)
1117 – 2.85    output 2.85v     (pin-1  dapat gnd)
1117 – 5.0      output 5v           (pin-1 dapat gnd)

Sedangkan 1117 - ADJ  tegangan output besarnya sesuai nilai R feedback (umpan balik) pada pin-1, seperti contoh skema dibawah. Tegangan output bisa diatur antara 1.3v – 4v.

 










sumber:






No comments:

Post a Comment