Thursday, May 7, 2015

Cara Mengatasi Flyback Bocor

Flyback merupakan travo untuk menaikan tegangan. Komponen satu ini terdiri dari bemacam-macam bagian, maka kerusakan pada flybackpun bermacam-macam. Kadang flyback rusak total dan tidak bisa diakalin, namun sering kali kerusakan masih bisa diakalin untuk bisa bekerja normal lagi.

Kali ini akan saya share pengalamanku menangani kerusakan flyback yang bocor. Beberapa kali kasus bocornya flyback saya akalin dengan menambalnya dan hasilmya masih dapat normal kembali. Kebocoran yang paling sering terjadi adalah pada pangkal kabel yang menuju tabung/crt,.percikan api menyembur ke aluminium pendingin atau kebesi verit sebagai inti travo flyback.

Kerusakan seperti ini sebaiknya ganti baru saja. Namun terkadang untuk beberapa tipe flyback, terutama flyback monitor sangat susah mencari flyback baru yang tipenya sama. Jika mau dibandrek untuk beberapa tipe flyback mungkin menemui banyak kendala, maka untuk kerusakan seperti ini saya lebih sering mengatasi dengan menambalnya.

Untuk menambal kebocoran pada flyback, jika kita langsung menambal pada bagian yang bocor tanpa mencari peyebab dari kebocoran itu sendiri biasanya tidak akan bertahan lama. Maka sebelum menambalnya terlebih dahulu kita cari sumber penyebab dari kebocoran itu sendiri.

Penyebab kebocoran flyback ini paling sering adalah putusnya kabel pada  pangkalnya sehingga tegangan tinggi flyback mencari jalan pintas sehingga menembus celah antara kabel dan bodi playback dan menyembur keluar.


Untuk mengatasi bocornya flyback yang biasa saya lakukan  adalah:  Bodi flyback bagian pangkal kabel flyback yang bocor di tatah sampai terlihat sambungan kabel yang terputus sehingga bisa menyolder sabungan yang terputus, (penatahan bodi playback harus dilakukan dengan sangat hati-hati) baru setelah sambungan tersolder dengan rapat langkah selanjutnya menambalnya.

Untuk menambalnya biasa pakai serlak bahan yang biasa buat politor di lembekan dengan bensin. Bahan ini untuk menambal bisa sangat rapat, akan tetapi agak susah membentuknya dan membutuhkan waktu untu mengeringkannya.

Yang paling sering Aku juga pakai lem super atau biasa disebut alteco (eh malah iklan padahal bukan merk alteco) yang biasa di beli di toko bahan bangunan. Untuk menambal kebocoran playback dengan lem super/alteco dengan dilapisi abu atau yang sering saya pakei adalah serbuk gergajian flyback.

Penambalan harus benar-benar rapat, lakukan dengan perlahan-lahan. Tetesi dengan lem super (alteco) lalu lapisi dengan abu / serbuk gergajian flyback dengan sangat tipis lalu tetesi lagi dengan lem begitu seterusnya dan bentuk sedemikian rupa menyerupai bentuk sedia kala, tapi gak serupa-serupa amat juga ga apa-apa. Yang penting yakinkan benar-benar rapat.

Pastikan saat melapisi dengan abu / serbuk gergajian flyback sangat tipis-tipis sehinga saat di tetesi dengan lem semua terkena lem atau tidak ada yang kering sehinga hasilnya benar-benar rapat

Paling mungkin kebocoran lagi dari penambalan semacam ini adalah terlalu tebalnya saat melapisi lem dengan abu/serbuk gergajian flyback , sehinga saat di tetesi lem masih ada yang kering dari lem. Maka saat proses pelapisan harus sabar dan dilakukan dengan sedikit dari sedikit.

Setelah selesei penambalan yang pakei lem super/alteo dengan dilapisi abu/sebuk gergajian flyback, flyback bisa langsung di pasang, keringya relatif cepat. Tidak sebagaimana yang mengunakan serlak yang membutuhkan waktu relaif lama untuk mengeringkannya.

Terimakasih semoga bermanfaat. 







sumber:

No comments:

Post a Comment