Monday, April 27, 2015

Rangkaian Inverter

1. Rangkaian Inverter 1000 Watt

Rangkaian Inverter yaitu suatu instrument elektronika yang mempunyai fungsi untuk merubah arus tegangan DC menjadi AC. Rangkaian inverter ini pun memiliki kelebihan lain yaitu sebagai instrument elektronika yang dapat menaikkan dan menurunkan tegangan. Maka itulah instrument ini akan menstabilkan tegangan output yang sesuai dengan yang dibutuhkan. Selain itu rangkaian inverter bukan hanya peubah arus teganggan DC menjadi AC, tetapi ada juga peubah arus tegangan AC menjadi DC. Tetapi pada rangkaian inverter AC menjadi DC hanyalah digunakan untuk memberikan sinyal listrik ketika daya sedang tinggi yang nantinya sinyal daya tinggi ini terhubung ketransformator untuk mendapatkan tegangan rata-rata PLN, yaitu 220 volt. 
Gambar Skema Rangkaian Inverter 1000 Watt

Rangkaian inverter ini mempunyai prinsip kerja sebagai berikut, rangkaian inverter berfungsi sebagai pencatu arus DC ke AC dan berfungsi pula sebagai peubah arus DC jadi tegangan AC. Peralatan rangkaian inverter ternyata hampir sama prinsip kerjanya dengan menggunakan komponen power supply. Kemudian rangkaian inverter yang lainnya yaitu rangkaian inverter AC menjadi DC mempunyai rangkaian control untuk memberikan pasokan sinyal listrik yang dirancang untuk pemakaian pada daya tinggi. Salah satu kegunaan dari inverter AC menjadi DC yaitu aplikasinya pada rangkaian microcontroller yang tentunya masih membutuhkan sinyal perioda positif dan negative dari sinus yang akan dikombinasikan dengan sinyal PWM.
Setelah mengetahui prinsip kerja dari kedua inverter, yaitu inverter DC ke AC dan inverter AC ke DC. Kemudian di sini akan dibahas sedikit mengenai jenis-jenis dari inverter DC ke AC, yang diklasifikasikan jenis-jenisnya menurut jumlah fasa output inverter. Jenis tersebut terbagi 2 menjadi, yaitu inverter 1 fasa, adalah rangkaian inverter yang dilengkapi dengan output 1 fasa, kemudian inverter 2 fasa, adalah rangkaian inverter yang dilengkapi dengan output 3 fasa. Selain itu jenis inverter DC ke AC dapat dibagi lagi menurut pengaturan tegangan, yaitu Voltage Fed Inverter (VFI), Current Fed Inverter (CFI), dan variable dc linked inverter. Maka itulah penjelasan singkat dari rangkaian inverter.
Demikian penjelasan singkat tentang rangkaian inverter, semoga artikel rangkaian ini nantinya dapat berguna dan bermanfaat bagi anda semua. Baca juga artikel menarik lainnya, seperti Rangkaian Digital, Rangkaian Lampu LED, Rangkaian Paralel dan Seri dan Rangkaian Seri.

2. Rangkaian inverter sederhana
Rangkaian inverter sederhana mempunyai tegangan tinggi dgn kapasitas yg lumayan cukup besar. Satu jenis inverter sederhana yg paling banyak digunakan ialah inverter DC 12v to AC 220v. Dengan berbagai fungsi itulah maka rangkaian inverter sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Karenanya sekarang telah banyak toko elektronik yg menjajakan invertel dengan ukuran yg kecil, harga yg murah, serta mempunyai kapasitan penyimpanan watt yg besar.
Skema rangkaian inverter dapat kita buat untuk mendapatkan spesifikasi tertentu yang tidak bisa diperoleh dipasaran ataupun sekedar ingin mendapatkan harga yang lebih hemat dengan merangkai sendiri. Kebanyakan skema rangkaian inverter yang dibuat, selalu memakai IC CD 4047 sebagai penghasil gelombang kotak-kotak. Tidak lupa IC itu harus diperkuat ampere-nya dgn memakai sejumlah transistor yakni D313 serta 2n3055 / jengkolan. Berikut contoh skema rangkaian inverter :
Rangkaian Inverter

Cara kerja inverter secara umum memiliki kesamaan dgn komponen power supply, yakni sebagai penyuplai arus DC ke AC serta berfungsi sebagai pengubah arus DC jd tegangan AC. Sebagai contoh dalam penerapan kehidupan sehari-hari adalah, saat mati lampu kita bisa menggunakan aki mobil (DC Direct Current) untuk diubah jadi tegangan listrik PLN / AC (Alternatif Current). Dalam hal ini aki/ battery yg kita gunakan serta bebannya merupakan penentu lamanya ketahanan suatu rangkaian inverter, bukannya watt ya.
Pengertian inverter adalah suatu komponen elektronika yg bisa merubah arus AC tiga fase jadi arus DC, terus merubahnya lagi jadi arus AC tiga fasa dgn frekuensi yg dapat disesuaikan seperti kehendak penggunanya.
Fungsi inverter secara awa bisa dimanfaatkan untuk mengubah arus aki jadi arus listrik PLN, yg dengan begitu dapat dijadikan pengganti listrik saat PLN melakukan pemadaman listrik. Bisa juga dimanfaatkan untuk membangkitkan listrik di daerah yang tidak ada listrik dari PLN.
Sekarang banyak yang jual inverter dgn fasilitas Auto Shutdown dan Low Baterry Alarm, dimana jenis inverter ini bisa memberikan notifikasi mengenai kondisi baterai yg digunakannya. Harga inverter dipasaran sangat beragam namun tetap terjangkau, berikut perkiraannya:
  • Inverter 100 Watt = Rp. 198ribu (Daya murni 40 persen, 1 Kilogram)
  • Inverter 150 Watt = Rp. 225ribu (Daya murni 40 persen, 1 Kilogram)
  • Inverter 200 Watt = Rp. 306ribu (Daya murni 40 persen, 1 Kilogram)
  • Inverter 300 Watt = Rp. 320ribu (Daya murni 40 persen, 1 Kilogram)
  • Inverter 660 Watt = Rp. 397.900,- (Daya murni 40 persen, 1 Kilogram)
  • Inverter 700 Watt = Rp. 425ribu (Daya murni 40 persen, 1 Kilogram)
  • Inverter 1200 Watt = Rp. 663ribu (Daya murni 40 persen, 1 Kilogram)
  • Inverter 600 Watt = Rp. 1.095.000,- (Daya murni 50 persen, 3 Kilogram, Auto Charge, Auto UPS)
  • Inverter 100 Watt = Rp. 1.725.000,- (Daya murni 70 persen, 6 Kilogram, Auto Charge, Auto UPS)

3. Skema Inverter atau Rangkaian Merubah Tegangan DC 12 volt Menjadi AC 230 volt
 Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi informasi atau akan membahas serta mengulas tentang rangkaian inverter, inverter bisa juga di sebut sebagai penaik tegangan salah satunya penaik tegangan dari DC volt menjadi tegangan AC volt.

Dan yang akan saya bahas ini adalah skema rangkaian merubah tegangan DC 12 volt ke tegangan AC 230 volt, tegangan DC 12 volt ini bisa berasal dari accu / aki atau juga bisa dari baterai, skema serta bahan inverter ini cukuplah sederhana namun inverter ini memiliki kegunaan yang cukup penting.
divaizz.blogspot.com

Andaikan saja di rumah kita lagi terjadi pemadaman listrik oleh PLN maka inverter ini bisa kita jadikan alternatif cadangan pengganti listrik PLN, cara membuatnya pun tidaklah sulit dan dengan biaya yang terjangkau. Apabila anda ingin merakit / membuat inverter ini berikut daftar komponen yang harus di persiapkan :
  • 1 buah trafo CT 1 Ampere- 2 Ampere
  • 2 buah Transistor NPN 2n3055 ( jengkol ) + pendingin
  • 2 Buah resistror 690 ohm 1,5 watt

 Berikut skema inverter 12 VDC ke 230 VAC :
HTTP://DIVAIZZ.BLOGSPOT.COM


Dari skema di atas output / keluarnya tegangan AC adalah 230 volt 300 watt apabila ingin meningkatkan volt dan watt nya maka tambah transistor serta gunakan trafo yang ampernya besar.

Mungkin kita susah mendapatkan resistor dengan ukuran 690 Ohm di pasaran / di toko elektronik maka kita bisa menggantinya dengan ukuran 2k2 Ohm / 2200 Ohm 3 buah dan disambung secara paralel, untuk 2 buah resistor 690 Ohm maka resistor 2k2 Ohm yang di perlukan 6 buah, cara paralel resistor lihat gambar di bawah :
http://divaizz.blogspot.com


Hati-hati dalam mengerjakan atau dalam mencoba rangkaian di atas di karenakan output nya adalah tegangan tinggi jangan sampai kita menyentuh bagian output / keluar tegangan tersebut. Demikian Skema Inverter atau Rangkaian Merubah Tegangan DC 12 volt Menjadi AC 230 volt semoga bermanfaat.

4. 70 Watt Inverter DC ke AC Modified Sine Wave
Kesempatan kali ini saya akan berbagi sebuah rangkaian inverter / pengubah tegangan DC 12 volt dari sebuah aki menjadi 220 volt AC. Output tegangan inverter ini sudah berbentuk gelombang sinus modifikasi (Modified Sine Wave) yang lebih baik daripada gelombang kotak (Square Wave). Banyak sekali rangkaian inverter di internet tapi menurut saya rangkaian ini paling sederhana dan mudah dirangkai juga komponen yang banyak tersedia di pasaran terutama untuk komponen IC dan Mosfet.. untuk skema silahkan lihat rangkaian di bawah:
70-watt-modified-sine-wav.jpg
DAFTAR KOMPONEN
R1 : 56K
R2 : 330K
R3 : 100 Ohm
R4 R6 : 1K
R5 R7 : 5.6K (bisa ditiadakan)
C1 C4 : 10nf
C2 : 10 uf/16v
C3 : 1000 uf/25v
Q1 Q2 : Mosfet IRFZ44N
IC NE555
IC HCF4017
IC 7809 Regulator
Transformer 12v-0-12v 5A (Minimum).
IC NE555 dikondisikan sebagai oscilator pembangkit gelombang persegi dengan frekwensi sekitar 200Hz. Kemudian output pada pin 3 dari IC NE555 di umpankan ke pin 14 IC 4017 decade counter untuk menghasilkan frekwensi 50 hertz gelombang sinus modifikasi pada trafo sekunder. output pin 2 dan pin 7 dari IC 4017 harus sekitar 3 volt untuk menggerakan power mosfet IRFZ44N dengan kekuatan penuh.
Untuk perakitan komponen disini saya menggunakan pcb lubang IC. Trafo yang saya gunakan adalah trafo 5 amphere non ct yang sudah saya modifikasi menjadi 12v-0-12v center tap. Untuk mosfet saya gunakan 2 buah pada masing masing sisi untuk menjaga mosfet tidak terlalu panas karena bersirip pendingin kecil.
Setelah semua komponen di rakit akan menjadi seperti ini.
inverter-70-watt.jpg
Selanjutnya tinggal melakukan pengujian inverter. dalam tahap ini kebetulan saya hanya memiliki aki 5 Amphere yang terpasang pada sepeda motor yang saya beli 6 bulan lalu. Dalam keadaan terisi penuh saya coba untuk menyalakan 2 buah lampu cfl (lampu hemat energi) masing masing 18 watt dan 15 watt. dan lampu menyala dengan terang.(lihat gambar)
persiapan-uji-inverter.jpg
Persiapan uji inverter
uji-inverter.jpg
Pengujian dengan lampu cfl.
Tahap pengujian yang lebih ekstrim adalah pengujian dengan menyalakan sebuah televisi lcd 22 inchi dengan konsumsi daya 50 watt. Dalam keadaan aki terisi penuh televisi ini sanggup hidup selama ± 1 jam
inverter-testing-2.jpg
Efisiensi dari inverter ini sekitar 80-85% sehingga akan menghasilkan daya maksimum 60 watt.
Catatan:Hati hati saat melakukan pengujian karena anda berhadapan dengan listrik tegangan tinggi yang bisa mengakibatkan kena stroom.
Penulis tidak bertanggung jawab atas kerugian apapun yang ditimbulkan akibat mengikuti percobaan diatas. karena disini penulis hanya ingin berbagi ilmu dan pengalaman.
Sekian Semoga Bermanfaat.





sumber:

No comments:

Post a Comment